Gugus Tugas KRA

KRAKampung Ramah  Anak (KRA) adalah langkah awal yang dilakukan pemerintah kota setempat untuk mewujudkan kota layak anak. Kota layak anak adalah kota yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumberdaya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin terpenuhinya hak anak. Menurut keterangan dari Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, setiap kota dapat dikategorikan sebagai kota layak anak apabila telah memenuhi hak anak yang diukur dengan indikator kampung ramah anak. Indikator kampung ramah anak tersebut meliputi,

  1. Penguatan kelembagaan
  2. Klaster hak anak

Pembentukan kelembagaan seperti yang tercantum pada poin 1 diatas meliputi,

  1. Adanya peraturan perundang-undangan dan kebijakan untuk pemenuhan hak anak.
  2. Persentase anggaran untuk pemenuhan hak anak, termasuk untuk penguatan kelembagaan.
  3. Jumlah peraturan perundang-undangan, kebijakan, program dan kegiatan yang mendapatkan masukan dari Forum Anak dan kelompok anak lainnya.
  4. Tersedia Sumber Daya Manusia terlatih Kluster Hak Anak dan mampu menerapkan hak anak kedalam program, kebijakan, dan kegiatan.
  5. Tersedia data anak terpilah menurut jenis kelamin, umur, dan kecamatan.
  6. Keterlibatan lembaga masyarakat dalam pemenuhan hak anak.
  7. Keterlibatan dunia usaha dalam pemenuhan hak anak.

Klaster Hak Anak meliputi,

  1. Hak sipil dan kebebasan.
  2. Lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif.
  3. Kesehatan dan kesejahteraan.
  4. Pendidikan dan pemanfaatan waktu luang, dan kegiatan budaya.
  5. Perlindungan khusus.

RW 16 Karanganyar merupakan salah satu wilayah yang terpilih bersama dengan 23 RW lainnya di Kota Yogyakarta yang dinominasikan untuk memperoleh predikat menjadi Kampung Ramah Anak (KRA).

Untuk memenuhi beberapa persyaratan sebagai KRA dalam pengajuan kepada Pemerintah Kota Yogyakarta, pengurus RW 16 telah membentuk gugus tugas KRA yang terdiri dari Gugus Tugas Dewasa dan Gugus Tugas anak. Pembentukan gugus tugas dewasa telah terlaksana pada tanggal 27 Januari 2013. Sedangkan gugus tugas anak terbentuk tanggal 29 Maret 2013.

Struktur gugus tugas Kampung Ramah Anak RW 16 Karanganyar sebagaimana tabel di bawah ini:

A. Gugus Tugas Dewasa

NAMA

JABATAN DALAM GUGUS TUGAS
KAMPUNG RAMAH ANAK
Pargiat, S.IP Pembina
Sarmidi, M.Pd Ketua
H. Budihardja PS Wakil Ketua
Dalyono Wijayadi Sekretaris I
Ashadi Nugroho, S.TP Sekretaris II
Agus Sulistya, S.Pd Bendahara I
H. Rusman Fajar Bendahara II
M. Iwan Setiawan Koordinator
Dra. Antini Kurniawati Klaster Hak Sipil dan Kebebasan
Subandiyah, S.Pd Klaster Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif
Rahmi Indriastuti, S.E Klaster Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan
Dra. Hj. Siti Bandiyah Klaster Pendidikan dan Pemanfaatan Waktu Luang
Astuti Rahayu, S.Pd Klaster Perlindungan Khusus

B. Gugus Tugas Anak

NAMA

JABATAN DALAM GUGUS TUGAS
KAMPUNG RAMAH ANAK
Endah Ayu Fitriani Ketua
Raden Yuliana Mega Damayanti Sekretaris
Clarisa Yolandita Bendahara
Dini Novitasari, Riskia Herdayanti,
Siti Maisaroh
Komisi Jaringan
Anisa Dali Darto, Syalita Hilda Salsabila, Suryanto, Leo Khan Komisi Pendidikan
Bagas, Septi Cahyadi, Safril Alif Arsantya Komisi Partisipasi
Alan Prakoso, Saiful, Arindra Balki Komisi Perlindungan
Rina Anggraini, Salsa, Riska Komisi Kesehatan

Dalam rilisnya di http://www.jogjakota.go.id, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogya sangat menyadari bahwa anak merupakan aset yang sangat berharga karena di tangan merekalah kelak kemajuan Kota Yogya akan terwujud. Untuk itu, Pemkot Yogya bersama-sama dengan warga masyarakat memiliki cita-cita dan komitmen yang kuat dalam mengupayakan agar Kota Yogya sebagai kota yang layak bagi anak. Dengan harapan seluruh anak-anak di Kota Yogya terbentuk menjadi anak yang berkualitas, berkarakter dan berbudaya.

Demikian disampaikan oleh Walikota Yogya Drs H Haryadi Suyuti saat menjadi keynote speech dalam acara Sosialisasi Kampung Ramah Anak, yang digelar Kamis (7/3) di Ruang Utama Atas Balaikota Timoho. Selain Walikota Yogya, sosialisasi ini juga menghadirkan Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan (KPMP) Kota Yogya, Dra Lucy Irawati serta Direktur Lembaga Studi dan Pengembangan Perempuan dan Anak (LSPPA), Ifa Aryani SPSi.

Menurut Haryadi Suyuti, komitmen Pemkot Yogya berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak tertuang dalam misi pembangunan, yakni antara lain mewujudkan Kota Yogya Sehat, memperkuat masyarakat yang toleran, inklusif, bermoral, beretika, beradab dan berbudaya, memperkuat Kota Yogya sebagai kota pendidikan yang berkualitas, berkarakter dan inklusif, Kota Yogya yang nyaman dan ramah lingkungan serta memperkuat Kota Yogya yang aman, tertib, bersatu dan damai.

Sedangkan untuk strategi kebijakan pembangunan dengan peningkatan pemberdayaan masyarakat yang berafirmatif gender dengan arah kebijakan meningkatkan pemberdayaan masyarakat berbasis kewilayahan dan meningkatkan pemberdayaan kualitas hidup serta perlindungan perempuan dan anak. “Pembentukan kampung ramah anak di Kota Yogya adalah langkah maju berikutnya dalam mewujudkan Kota Yogya sebagai Kota Layak Anak,” katanya.

Sementara itu Kepala KPMP Kota Yogya, Dra Lucy Irawati menambahkan tahun ini Pemkot Yogya menargetkan ada 32 kampung di Kota Yogya yang bisa ditetapkan sebagai kampung ramah anak. Masing-masing kampung akan diberikan dana stimulan. Di setiap kelurahan di Kota Yogya juga sudah dibentuk gugus tugas kampung ramah anak.

Untuk mendukung pembentukan kampung ramah anak Pemkot Yogya juga telah memiliki indikator kampung ramah anak yang terbagi dalam beberapa aspek, yakni komitmen wilayah, hak sipil dan kebebasan, lingkungan, keluarga dan pengasuhan alternatif, hak kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan seni budaya, hak perlindungan khusus dan sarana prasarana. Untuk itu, diharapkan komitmen bersama dan partisipasi semua pihak dalam mewujudkan kampung ramah anak.

 “Kami berharap dengan penambahan jumlah kampung ramah anak ini diharapkan anak-anak akan mendapatkan ruang dan fasilitas yang sesuai dengan perkembangannya,” kata Lucy.

Direktur LSPPA, Ifa Aryani mengemukakan kampung ramah anak adalah pembangunan yang berbasis RW yang menyatukan komitmen dan sumber daya lokal, masyarakat dan dunia usaha yang berada di lingkungan setempat dalam rangka menghormati, menjamin, memenuhi hak anak, melindungi anak dari tindakan kekerasan, eksploitasi, pelecehan dan diskriminasi serta mendengar pendapat anak. Untuk menuju kampung ramah anak harus ada komitmen dan inisiatif dari masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s