Kunjungan Forum Anak Se-Indonesia

Kampung Karanganyar didaulat oleh Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan Kota Yogyakarta untuk menerima kunjungan tamu dari Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Asisten Deputi Bidang Pemenuhan Hak Sipil Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Rudy Purboyo, SH  dalam kunjungannya ke kawasan RW 16 Karanganyar membawa rombongan Pembimbing Forum Anak se-Indonesia yang berjumlah 75 orang. Rombongan yang di dalamnya terdiri dari civitas Forum Anak yang berasal dari berbagai Provinsi se-Indonesia tiba di Kampung Karanganyar pada pukul 10.45 WIB.

SAM_2303 (Medium)

Rombongan Disambut oleh beberapa pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta, antara lain Camat Mergangsan, Drs. H. Mardjuki, Lurah Brontokusuman, Pargiat, S.IP, Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan Kota Yogyakarta, Dra. Lucy Irawati dan para tamu undangan. Kegiatan kunjungan ini juga dihadiri oleh Bapak Drs. H. Haryadi Suyuti, Walikota Yogyakarta yang hadir secara khusus dalam kesibukan beliau yang sangat padat.

Selain disambut oleh para pejabat di lingkungan Kota Yogyakarta, para tamu dan rombongan juga disambut secara meriah dan antusias dari anak-anak. Ketika tamu baru turun dari kendaraan yang membawa mereka langsung disambut dengan yel-yel dan nyanyian penyambutan.

Barisan Penyambut KRA

SAM_2297 (Medium) SAM_2295 (Medium) SAM_2296 (Medium)

SAM_2313 (Medium)

SAM_2309 (Medium)SAM_2310 (Medium)SAM_2306 (Medium)

Anak-anak yang turut serta menyambut para tamu tersebut cukup banyak. Mereka ada yang bermain di taman bermain anak, di taman bacaan serta ada yang sedang memperagakan ketrampilan IT, sehingga para tamu pun cukup terkesima dengan penyambutan ini.

SAM_2291 (Medium) SAM_2293 (Medium) SAM_2292 (Medium)

Kegiatan dimeriahkan dengan kesenian yang dipentaskan oleh anak-anak TK ABA Karanganyar dan beberapa anak yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Pentas kesenian yang menyuguhkan tari Jaranan dan Tari India cukup meriah, sehingga para hadirin sampai mendekat ke depan panggung dan mengabadikan dengan kameranya. Kemudian dipentaskan pula tari Golek Surung Dayung yang dipentaskan solo oleh adik Talita. Tari jawa klasik ini cukup memukau karena anak berusia 8 tahun itu sudah sangat mahir membawakannya dengan gerak yang tidak canggung.

SAM_2315 (Medium) SAM_2326 (Medium)Ketua RW 16 Karanganyar, Sarmidi, M.Pd mengucapkan selamat datang kepada seluruh anggota rombongan serta menyatakan tekadnya untuk memberikan perhatian yang besar terhadap hak-hak anak. Fasilitas-fasilitas yang disediakan untuk tumbuh kembang dan bermain anak  dipersiapkan secara khusus oleh para orang tua dan dapat dimanfaatkan oleh anak secara cuma-cuma, sehingga anak-anak merasa senang dan bergembira dalam bermain dan bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya. Taman bermain dan belajar yang berupa perpustakaan, majalah dinding dan jaringan internet dapat digunakan anak-anak secara free untuk mengembangkan diri, sehingga potensi dari masing-masing anak dapat berkembang. Sarmidi menyampaikan, pihaknya akan terus berusaha untuk mewujudkan masyarakatnya agar menjadi masyarakat madani, tau hukum dan taat hukum. Pembinaan terhadap anak menurutnya dilakukan secara maksimal, dengan membangun 3 tempat, yakni taman terbuka /bermain, gedung olah raga, dan taman bacaan. “Kita sudah berkomitmen harus memberikan yang lebih bagi anak-anak. Laptop kecil-kecil kami sediakan untuk bisa digunakan anak-anak kami, gratis tidak membayar,” ujarnya.

“Anak-anak adalah calon generasi penerus. Sepuluh, dua puluh tahun lagi, mereka yang akan menggantikan kita-kita di sini,” lanjutnya di sela menyambut tim Forum Pembimbing Anak Indonesia dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Sarmidi mengaku, semua hal di kampungnya berawal dari kampung hijau. Itu merupakan dasar mengembangkan kampung tersebut menjadi kampung cyber, green and clean, ramah anak, proklim (proiklim), dan masyarakat madani. “Pertama, kami membuat nyaman dahulu warga untuk tinggal di sini. Setelah itu dikembangkan menjadi ke potensi-potensi yang lain,” jelasnya.

Dengan kampung hijau, lanjut dia, anak-anak pun akan merasakan kenyamanan bermain di luar ruang. Orang tua juga tidak khawatir saat anak-anak bersama teman sebayanya menghabiskan waktu bermain di luar rumah.  “Jangan batasi kreatif anak-anak,” tuturnya.

Kampung Karanganyar tak hanya hijau atau rindang. Kampung ini juga dilengkapi berbagai fasilitas lain. Di antaranya, taman bacaan, mushala, taman hijau, tempat olahraga, dan LCD untuk mendukung kampung cyber. “Di mana semua biaya itu didapatkan? Ya dari para orang tua dengan berurunan,” kata dia.

Sarmidi mengungkapkan, pihaknya selama ini memang sudah membuat kesepakatan dengan seluruh warga. Salah satunya adalah mencerahkan kehidupan anak-anak. Harapan itu hanya bisa terpenuhi dengan memberikan ruang seluas-luasnya bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang. Sehingga, papar dia, kreativitas mereka bisa terus berkembang.

Camat Mergangsan, Drs. H.  Mardjuki dalam sambutannya mewakili Walikota Yogyakarta mengaku Karanganyar merupakan kampung teladan di kecamatan yang dipimpinnya. Di kampung ini, kata dia, masyarakatnya sudah memiliki kesadaran untuk menjaga kenyamanan penghuninya. Ini diwujudkan dengan berbagai aksi nyata.

SAM_2324 (Medium)Dalam sambutannya, Asisten Deputi Bidang Pemenuhan Hak Sipil Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Rudy Purboyo, SH menjelaskan, Forum Anak Nasional digelar tiap tahun. Tahun ini digelar di Yogya, dimana sebelumnya dilakukan di Bandung, dan tahun berikutnya akan dilakukan di Jakarta. “Kami melakukan studi banding ke kampung-kampung yang sudah ramah anak. Diharapkan, bapak Ibu dari daerah lain bisa menerapkan kampung-kampung ramah anak, karena pemerintah sudah merativikasi 31 hak anak agar mereka tumbuh berkembang secara maksimal,” ujarnya.

Beliau menegaskan, hak utama bagi anak yang wajib dipenuhi adalah hak sipil. Ini diwujudkan melalui pemberian akte kelahiran secara gratis, untuk mencegah berbagai problema seperti pernikahan dini dan bekerja di tempat yang buruk. “Kami mengharapkan usia menikah anak diatas 18 tahun sesuai undang-undang perlindungan anak,” jelasnya.

Acara lain yang berlangsung dalam kegiatan ini adalah presentasi dari Kantor KPMP Kota Yogyakarta yang disajikan oleh Kepala Kantor KPMP, Ibu Dra. Lucy Irawati. Presentasi menyajikan hal-hal yang terkait dengan program dan kebijakan Pemerintah Kota Yogyakarta dalam rangka untuk memberikan pemenuhan hak-hak dan perlindungan terhadap anak.

Presentasi lain juga diberikan oleh Ketua RW 16 Karanganyar yang memaparkan kondisi Kampung Karanganyar, profil wilayah dan penduduknya serta program-program yang diarahkan untuk memberikan pemenuhan terhadap hak-hak anak.

Sambutan yang disampaikan oleh Walikota Yogyakarta, Bapak Drs. H. Haryadi Suyuti sangat mendorong bagi orang tua dan pengurus wilayah sekaligus sebagai pemacu dalam pemenuhan hak-hak anak. Apa yang disampaikan oleh beliau menjadi catatan penting bagi stakeholder dalam rangka mewujudkan wilayah yang memperhatikan hak-hak anak mulai dari hak dasar hingga hak-hak lain yang harus diberikan kepada anak.

SAM_2345 (Medium)

Beliau menegaskan seluruh anak harus memiliki akta kelahiran. Karena itu adalah salah satu bagian utama dari komitmen membentuk kampung layak anak, dan merupakan bagian penting terhadap perlindungan anak.

Walikota merasa senang, karena di kawasan ini, 85 anak, semua sudah memperoleh akta kelahiran. “Semua harus sudah berakte, by name by address. Itu kewajiban kita semua. Ini penting, karena agar anak bisa memperoleh akses informasi yang sesuai usianya,” ujarnya.

Perlindungan ini, kata Walikota berdampak pada perlindungan terhadap anak dari pornografi. Begitu juga terhadap berbagai informasi yang menurutnya tidak tepat bagi anak-anak. “Jadi kalau anak-anak pergi ke warnet membuka hal-hal yang tidak tepat ya jangan diperbolehkan. Orang tua juga harus belajar teknologi, karena banyak orang tua yang tidak bisa membuka HP anaknya, padahal di situ ada hal-hal yang bisa jadi tidak tepat,” imbuhnya.

Di bagian lain Kepala Kantor KPMP Kota Yogyakarta Ibu Dra. Lucy Irawati menjelaskan, saat ini sebanyak 95 persen anak di Kota Yogya sudah mendapat hak dasarnya, yaitu  mendapatkan akta kelahiran. Ini akan ditingkatkan menjadi 100 persen, dengan mengoptimalkan kinerja berbagai pihak.

Dalam kesempatan kunjungan ini, diserahkan cinderamata dari Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kepada Pemerintah Kota Yogyakarta yang diserahterimakan oleh Ibu Haryati kepada Camat Mergangsan, Bapak Drs. H. Mardjuki mewakili Walikota Yogyakarta.

SAM_2328 (Medium)

Foto-foto lain kegiatan ini :

SAM_2302 (Medium) SAM_2344 (Medium) SAM_2343 (Medium) SAM_2333 (Medium) SAM_2321 (Medium) SAM_2320 (Medium) SAM_2319 (Medium) SAM_2317 (Medium) SAM_2316 (Medium)

One response to “Kunjungan Forum Anak Se-Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s