Kunjungan Wakil Walikota Forshaga

Untuk kesekian kalinya, pada hari Selasa, 3 September 2013 RW 16 Karanganyar dikunjungi oleh tamu dari luar kota Yogyakarta. Kali ini yang berkunjung adalah Wakil Walikota Forshaga, Swedia. Ada 3 orang dari Kota Forshaga, Swedia yang menyempatkan diri berkunjung ke Kampung Ramah Anak di RW 16 Karanganyar. Mereka adalah Mr. Goran Adrian, Wakil Walikota Forshaga yang didampingi Mr. Benny Pedersen, Ketua Komisi Anak pada parlemen Kota Forshaga dan Mr. Peter Ohlander, Wakil Kepala Departemen Perlindungan Anak Pemkot Forshaga. Kunjungan mereka merupakan kunjungan balasan karena beberapa waktu yang lalu Walikota Yogyakarta, Drs. H. Haryadi Suyuti dan Ibu bersama Kepala KPMP Kota Yogyakarta, Dra. Lucy Irawati telah berkunjung ke kota Forshaga dalam rangka kerjasama mengembangkan kota layak anak.

“Kunjungan kami ke sini adalah perihal studi banding Kota Layak Anak, menindaklanjuti kunjungan Walikota Yogya ke kota kami beberapa waktu lalu. Kerjasama yang sudah terjalin harus terus dilanjutkan,” ujar Goran Adrian.

Hadir dalam kunjungan ini Camat Mergangsan, Drs. H. Mardjuki beserta Sekretaris Kecamatan. Hadir pula dari jajaran Pemerintah Kelurahan Brontokusuman yang mewakili Lurah Brontokusuman serta dari jajaran Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan Kota Yogyakarta.

Di awal kunjungannya, ketiganya disambut oleh anak anak PAUD Kuncup Kusuma di gerbang masuk Kampung Karanganyar sayap selatan. Anak-anak sangat antusias menyambut para tamu dari Swedia tersebut dan para tamu juga sangat gembira memperoleh sambutan yang sedemikan rupa dari anak-anak.

SAM_2627 (Medium) SAM_2625 (Medium) SAM_2626 (Medium)

Selanjutnya para tamu tersebut di ajak ke taman bermain anak di Sor So yang merupakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) tempat dimana anak-anak berkumpul dan bermain. Ketiganya antusias sekali saat diperagakan mainan Dakon yang di negara mereka tidak ada.

SAM_2636 (Medium)Usai dari RTH kemudian ketiganya menuju gedung PPDIO dan menyempatkan mampir di Taman Bacaan Masyarakat Tunas Melati. Di Taman Bacaan tersebut mereka menyempatkan diri melihat koleksi buku-buku yang telah terpajang di rak buku.

SAM_2639 (Medium)Selanjutnya mereka disambut oleh ibu-ibu PKK yang menyuguhkan beberapa aneka kerajinan. Mereka cukup senang disambut dengan berbagai macam cara hingga mereka pun menyempatkan untuk mengambil beberapa hasil kerajinan handmade Ibu-ibu PKK.

SAM_2643 (Medium)SAM_2641 (Medium)SAM_2644 (Medium)

Sampai di gedung PPDIO ketiga tamu tersebut diperlihatkan bagaimana bermain bola bekel. Permainan tradisional ini juga tidak ada di negara mereka dan mereka menyempatkan diri untuk mencoba permainan bola bekel ini yang membuat seluruh hadirin tertawa riang melihat atraksi para tamu itu.

SAM_2649 (Medium)SAM_2648 (Medium)SAM_2646 (Medium)SAM_2645 (Medium)SAM_2651 (Medium) SAM_2650 (Medium)

Dalam ceremonial penyambutan, para tamu dari Swedia tersebut disuguhi beberapa atraksi, diantaranya Solo Biola yang dibawakan oleh adik Amelia Salsa Zulaiha dan Sekar Macapat yang dibawakan oleh Bapak H. Budiharjo.

Kegiatan kunjungan tamu dari Swedia ini cukup istimewa dan menggelikan, karena untuk berkomunikasi dengan mereka harus menggunakan Bahasa Inggris, sementara banyak Bapak dan Ibu yang menyambut kedatangan mereka tidak bisa berbahasa Inggris. Namun kendala tersebut tidak berarti apa-apa karena dari Pemkot Yogyakarta telah menugaskan beberapa penterjemah dan dari RW 16 juga menyediakan penterjemah pula.

SAM_2625 (Medium) SAM_2674 (Medium) SAM_2672 (Medium) SAM_2671 (Medium) SAM_2655 (Medium) SAM_2638 (Medium) SAM_2634 (Medium) SAM_2633 (Medium) SAM_2632 (Medium)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s