Kerja Bakti Warga

Dalam rangka kesinambungan program lingkungan bersih dan sehat, kegiatan kerja bakti rutin triwulan dilaksanakan kembali pada tgl 12 bulan Maret 2017. Kegiatan rutin kerja bakti ini selain untuk menumbuhkan kepedulian warga terhadap lingkungan yang bersih, dimaksudkan juga sebagai sarana untuk mempertemukan warga sehingga seluruh warga dapat merasakan kebersamaan baik lahir maupun bathin.

Kegiatan kerja bakti pada kesempatan ini difokuskan untuk membersihkan tempat-tempat yang masih kotor karena sampah yang cukup banyak menumpuk. Selain itu, pembenahan dan perbaikan pergola juga dilakukan agar nampak lebih indah dipandang.

Kegiatan kerja bakti yang dilakukan berkala tiga bulan sekali ini menjadi sebuah program pokok untuk mengukuhkan RW 16 sebagai Kampung Hijau.

Perpustakaan Masuk Kampung

RW 16 Karanganyar setiap 2 minggu sekali pada hari sabtu mendapat kunjungan “Mobil Monika” yang membawa fasilitas perpustakaan untuk anak-anak usia sekolah. Selain buku-buku bacaan usia sekolah, mobil ini dilengkapi pula dengan fasilitas internet. Tentu saja kehadiran mobil Monika ini menjadi salah satu tambahan sumber belajar bagi anak-anak, sehingga memberi anak-anak alternatif lain dalam belajarnya.

Anak-anak sangat antusias menyambut layanan mobil dari Perpustakaan Kota Yogyakarta ini. Mereka berkerumun memanfaatkan fasilitas yang dibawa mobil ini didampingi petugas.

wp-image-277624055jpg.jpegwp-image-36553403jpg.jpeg

Kesempatan pada hari Sabtu tanggal 4 Maret 2017 anak-anak ditemani oleh Mas Amin dan Mas Rizki yang mendapat tugas melayani pengunjung perpustakaan mobil Monika ini. Semoga kehadiran mobil Monika ini dapat memberikan tambahan pengetahuan khususnya bagi anak-anak dan warga pada umumnya.

Pengurus RW 16 mengucapkan terima kasih kepada Perpustakaan Kota Yogyakarta yang telah memberikan pelayanan perpustakaan bagi warga, khususnya anak-anak usia sekolah. Semoga layanan ini dapat berlangsung kontinyu dan semakin banyak warga yang memanfaatkannya.

Keterampilan Membuat Perangkap Nyamuk

Semenjak wilayah RW 16 terjangkit wabah demam berdarah beberapa waktu lalu dan menyebabkan beberapa warga terpaksa harus opname di rumah sakit, beberapa warga berinisiatif mencari cara untuk mengurangi populasi nyamuk. Untuk memberantas nyamuk secara total adalah hal yang bisa dikatakan tidak mungkin karena dimana ada genangan air, pasti ada potensi nyamuk berkembang biak. Selain itu kondisi geografis dan keadaan lingkungan setempat juga sangat berpengaruh terhadap populasi nyamuk. Terlebih saat musim hujan yang berkepanjangan yang bisa menimbulkan genangan air di mana-mana dan genangan air tersebut berpotensi menambah sarang berkembang biaknya nyamuk bila tidak di atasi dengan benar.

Banyak cara sebetulnya untuk mengurangi populasi nyamuk, yaitu dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan metode 3M, yaitu Menguras dan membersihkan tempat yang sering dijadikan penampungan air seperti bak mandi, ember air dan lain-lain. Kemudian Menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti drum, toren air, kendi, dan lain-lain. Kemudian memanfaatkan kembali barang bekas yang memiliki potensi sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk. Selain dengan metode 3M tersebut, juga dapat dilakukan fogging massal bilamana sudah menjadi Kejadian Luar Biasa wabah Demam Berdarah. Upaya lain untuk mengendalikan berkembangbiaknya nyamuk dengan ikanisasi pada bak mandi dan penampungan air lainnya. Penyemprotan secara mandiri di rumah seperti dengan Baygon dan semacamnya dapat pula dilakukan pada masing-masing rumah tangga.

Selain cara-cara yang lazim sudah dikenal dalam pemberantasan nyamuk seperti tersebut di atas, ada salah satu cara yang belum begitu dikenal oleh masyarakat dalam mengendalikan populasi kembang biak nyamuk, yaitu dengan membuat perangkap nyamuk. Pembuatan perangkap nyamuk ini sangat sederhana dan berbiaya sangat murah. Cara pembuatan perangkap nyamuk ini sudah banyak dimuat di media internet, namun belum banyak yang mempraktekkan.

Tergelitik untuk mencoba cara pembuatan perangkap nyamuk yang pernah diposting di grup Warga RW 16 oleh Bapak I Putu Suadnyana, warga RT 58, pada hari Sabtu, 4 Maret 2017 ibu-ibu PKK mengadakan praktek membuat perangkap nyamuk. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Olah Raga komplek Balai RW 16. Ibu-ibu sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Berikut ini cara mudah dan murah pembuatan perangkap nyamuk yang bisa dicoba. Cocok untuk segala kondisi pemukiman, sekolah, rumah sakit, dll.

Bahan dan peralatan yang dibutuhkan:

  • 200 ml air 50 gram gula merah
  • 1 gram ragi (beli di toko makanan kesehatan, warung, atau pasar)
  • botol plastik 1,5 liter

Langkah-langkah pembuatan:

  1. Potong botol plastik di tengah. Simpan bagian atas/mulut botol.
  2. Campur gula merah dengan air panas. Biarkan hingga dingin dan kemudian tuangkan di separuh bagian potongan bawah botol.
  3. Tambahkan ragi. Tidak perlu diaduk.  Ini akan menghasilkan karbon-dioksida.
  4. Pasang/masukkan potongan botol bagian atas dengan posisi terbalik seperti corong.
  5. Bungkus botol dengan sesuatu yang hitam, kecuali bagian atas, dan diletakkan di beberapa sudut rumah Anda. Dalam dua minggu, Anda akan melihat jumlah nyamuk yang mati di dalam botol.

Proses pembuatan perangkap nyamuk ini didokumentasikan khusus secara audio visual oleh dik Widian Listya Raharja, warga RT 60. Diharapkan dengan adanya dokumentasi video tersebut dapat memperjelas proses pembuatan perangkap nyamuk sehingga bagi yang berkeinginan membuat sendiri di rumah dapat mencontoh seperti yang dilakukan dalam peragaan pada video tersebut.

Selamat menyaksikan tayangannya di bawah ini

Pembubaran KPPS TPS 20

Dengan berakhirnya rangkaian Pilkada di TPS 20 Brontokusuman dan sudah tidak ada lagi hal-hal yang menjadi masalah dalam seluruh proses penghitungan suara hingga di tingkat Kecamatan, maka KPPS TPS 20 menutup seluruh kegiatan. Akhirnya KPPS TPS 20 dibubarkan pada hari Ahad, 19 Februari 2017 pkl 20.30 bertempat di kediaman Ketua RW 16. Pengurus RW 16 menyampaikan apresiasi atas terlaksananya Pilkada di TPS 20 dengan sukses dan lancar. Seluruh warga masyarakat yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap menggunakan hak pilihnya dan tidak ada yang tidak hadir di TPS. Artinya kesadaran warga dalam kegiatan Pemilu secara umum sangat baik. Selamat untuk KPPS TPS 20. Semoga menjadi tambahan amal kebaikan yang berbuah kebaikan pula bagi masing-masing diri pribadi.

Pralenan RT 59

Pralenan atau Pertemuan warga RT 59 pada bulan Februari 2017 dilaksanakan pada hari Ahad tanggal 19 bertempat di gedung olah raga RW 16. Setelah dibuka oleh Bapak Dalyono selaku pembawa acara dilanjutkan dengan taushiyah oleh Ustadz Hari Purnomo yang menyampaikan pentingnya menegakkan sholat bagi setiap muslim. Selain itu Ustadz Hari juga menyampaikan mengenai urgensi doa bagi seorang muslim.

Acara selanjutnya adalah informasi dari pengurus RW 16 yang disampaikan oleh sekretaris RW 16 terkait dengan kependudukan dan hasil Pilkada Kota Yogyakarta yang telah dilaksanakan pada tanggal 15 Februari lalu.

Selanjutnya sambutan oleh Ketua RT 59 yang sekaligus menginformasikan hal yang terkait dengan sertifikasi tanah.

Selanjutnya informasi lain disampaikan oleh Bapak Sofyan selaku anggota tim Dankes Jammuska Masjid Al Irsyad yang memberikan informasi mengenai kepesertaan Dankes Jammuska. Bapak Sofyan juga menyampaikan mengenai sisi penting sodaqoh melalui program Dankes Jammuska.

Acara berakhir dan ditutup pada pukul 21.40 oleh Bapak Dalyono.

Pilkada di TPS 20

Hari Rabu, 15 Februari 2017 adalah hari dilaksanakannya Pemilihan Umum untuk memilih Kepala Daerah (Pilkada) baik Bupati/Wakil Bupati maupun Walikota/Wakil Walikota. Pilkada pada tahun ini diselenggarakan serentak di seluruh Indonesia.

Pilkada serentak pada hari ini akan diikuti sebanyak 41.802.538 pemilih di seluruh Indonesia. Data resmi yang ada di KPU, Pilkada dilaksanakan di 101 daerah yang meliputi 7 Provinsi, 18 Kota, dan 76 Kabupaten.

TPS 20 Brontokusuman yang berlokasi di Gedung Olah Raga RW 16 Karanganyar mulai menggelar Pilkada untuk memilih Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta. Upacara pembukaan dimulai pukul 07.00 yang diawali dengan sumpah dan janji anggota KPPS yang dibacakan oleh Ketua KPPS.. Selanjutnya dilakukan pembukaan kotak suara yang berisi surat suara dan perlengkapan untuk pencoblosan surat suara. Pembukaan kotak suara disaksikan oleh saksi-saksi dari masing-masing calon.

Setelah kotak suara dibuka kemudian dilakukan penghitungan surat suara dan dicocokkan jumlahnya dengan data pada Daftar Pemilih Tetap TPS 20. Setelah pencocokan selesai dilakukan, petugas KPPS 5 memanggil pemilih untuk mengambil surat suara di meja KPPS 1.

Kemudian pemilih melakukan pencoblosan surat suara di bilik suara. Selesai pencoblosan, pemilih kemudian memasukkan surat suara ke dalam kotak suara yang ada di meja KPPS 6.

Setelah surat suara dimasukkan ke dalam kotak suara, pemilih harus mencelupkan salah satu jari ke dalam tinta yang tersedia di meja KPPS 7 sebagai tanda bahwa pemilih telah menggunakan hak pilihnya.

Kegiatan pencoblosan surat suara akan berlangsung hingga pukul 13.00 dan dilanjutkan dengan penghitungan surat suara setelah KPPS rehat sejenak untuk Ishoma.

Hasil penghitungan surat suara di TPS 20 Brontokusuman sebagai berikut:

Jumlah total surat suara : 258
Pasangan calon nomer 1 :   56 suara
Pasangan calon nomer 2 : 189 suara
Surat suara tidak sah : 13 pucuk surat

Persiapan Pilkada TPS 20 Brontokusuman

Menjelang penyelenggaraan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) pada hari Rabu, 15 Februari 2017, KPPS TPS 20 Kelurahan Brontokusuman yang diketuai oleh Drs. H. Indradi sejak hari Selasa sore melakukan berbagai persiapan. Penyelenggaraan Pilkada di TPS 20 Kelurahan Brontokusuman bertempat di di gedung olah raga yang berada di depan balai RW 16 Karanganyar.

            KPPS TPS 20 melakukan persiapan di lokasi

KPPS TPS 20 bersama dengan pengurus RW 16 bergotong royong mempersiapkan segala hal untuk kelancaran Pilkada. Persiapan yang dilakukan tidak hanya penyiapan tempat maupun perlengkapannya saja, namun tata cara dan alur proses pemilihan dari awal hingga selesainya pemilih menggunakan hak pilihnya juga dipersiapkan sedemikian rupa dengan disimulasikan terlebih dahulu.

          Pejabat Muspika melakukan peninjauan di TPS 20

Di tengah mempersiapkan tempat dengan segala perlengkapannya, TPS 20 Brontokusuman mendapat kunjungan dari beberapa pejabat Muspika setempat, di antaranya Ibu Camat Mergangsan, Bapak Lurah Brontokusuman, Bapak Kapolsek Mergangsan, Koramil wilayah Kec Mergangsan dan Ketua LPMK Kelurahan Brontokusuman.

                        Bilik suara di TPS 20 Brontokusuman

Upacara pembukaan Pilkada di TPS 20 Brontokusuman akan dimulai pada pukul 07.00 WIB. Diharapkan proses pemilihan dapat terlaksana dengan sukses, aman dan damai hingga selesai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.