Pertemuan Warga RT 59

Hari Ahad, tanggal 11 Oktober 2015 warga Kampung Karanganyar RT 59 RW 16 mengadakan pertemuan rutin bulanan. Kegiatan di adakan di area gardu kamtibmas RW 16. Acara dibuka oleh Bapak Sofyan dan dilanjutkan dengan taushiyah yang disampaikan oleh Bapak Wintolo. Dalam taushiyahnya Bapak Wintolo menyampaikan hal yang terkait dengan cinta kepada Allah.

wpid-wp-1444573058401.jpegAcara selanjutnya adalah informasi dari pengurus RW 16 yang disampaikan oleh sekretaris RW 16. Beberapa informasi yang disampaikan antara lain hal yang terkait dengan pelaksanaan lomba Jam Belajar Masyarakat (JBM) yang telah dilaksanakan pada tanggal 28 September 2015. Selain itu diinformasikan pula mengenai aplikasi informasi RW 16 yang sudah dapat dipergunakan di handphone android, maka masyarakat luas yang memiliki handphone android dapat secara langsung mengakses informasi kampung tanpa terkendala ruang dan waktu.
DSC_0011[1]Selepas informasi dari sekretaris RW 16, ketua RT 59, Bapak Waldiono menyampaikan beberapa patah kata sekaligus informasi program pembangunan yang berasal dari kecamatan mergangsan, antara lain program drainase, klarifikasi KMS, dan lain-lain. Selain itu Bapak Waldiono juga menyampaikan kegembiraannya karena Jama’ah haji Kampung Karanganyar, khususnya warga RT 59 yaitu Ibu Astuti Triono telah kembali ke kampung halaman dengan sehat dan selamat sembari menyampaikan doa dan harapan semoga para haji yang telah kembali menjadi haji yang mabrur.

Di  akhir acara seperti biasanya dilakukan penarikan arisan yang diikuti oleh warga RT 59 sekaligus penutupan acara oleh pembawa acara.

Kajian Ahad Pagi

Kegiatan rutin kajian Ahad Pagi seperti biasa dilaksanakan di Musholla Al Muthohar selepas sholat subuh berjama’ah. Setelah tadarus bersama dilanjutkan pemberian taushiyah. Hal yang berbeda dalam kajian Ahad pagi kali ini adalah adanya cerita dari para Haji yang telah kembali ke tanah air. Bapak dan Ibu H. Indradi, Bapak H.M. Tohar, dan Ibu Hj. Astuti Triono dan Ibu Hj. Siti Rahayu. Beberapa di antara Haji tersebut menceritakan pengalaman mereka saat berada di tanah suci. Cerita yang mereka sampaikan dapat dijadikan sebuah pelajaran yang sangat berharga seperti adanya banyak perbedaan dalam melaksanakan ibadah sholat. Masing-masing orang dari berbagai negara ternyata banyak yang tidak sama dalam tata cara menunaikan sholat. Namun hal tersebut tidaklah menjadi perdebatan. Oleh karena itu, kita sebagai sesama kaum muslim tidaklah perlu memperdebatkan hal-hal yang sepele yang dapat menimbulkan perpecahan satu sama lain.

Karanganyar RW 16 di Android

Apk AndroidSaat ini perkembangan Teknologi Informasi semakin memberikan kemudahan bagi seluruh masyarakat dalam mengakses informasi. Hadirnya aplikasi smartphone semakin memanjakan masyarakat yang sangat membutuhkan banyak informasi.

Kampung Karanganyar RW 16 mulai melangkah setapak dengan mencoba menghadirkan aplikasi smartphone berbasis android yang dapat menghubungkan informasi yang ada di Web Blog RW 16 Karanganyar. Tampilan aplikasi sederhana ini dimaksudkan untuk lebih memudahkan masyarakat khususnya warga Kampung Karanganyar untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan kampung dan aktivitas yang telah dilakukan. Harapannya dengan aplikasi ini informasi dapat cepat sampai kepada masyarakat karena tidak memerlukan perangkat komputer, namun cukup dengan Handphone android yang sudah banyak digunakan oleh khalayak umum, informasi dapat langsung di akses tanpa terkendala ruang dan waktu.

Gerakan Jam Belajar Masyarakat dan Penilaian Tahun 2015

Logo JBM 2015 - MerahGerakan Jam Belajar Masyarakat (JBM) dinilai semakin kendor di masyarakat. Padahal gerakan ini dinilai efektif dalam meningkatkan pendidikan dan kerekatan hubungan keluarga di Kota Yogyakarta. Karenanya, Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti bertekad menghidupkan kembali gerakan JBM tersebut. Hal ini ditandai dengan diterbitkanya Peraturan Walikota (Perwal) penyelenggaraan JBM. Melalui perwal ini diharapkan semua lapisan masyarakat dan pihak terkait dilibatkan untuk menciptakan kesadaran belajar menjadi budaya.

Dalam Perwal Nomor 53 tahun 2014 tentang penyelenggaraan JBM semua masyarakat dilibatkan yakni di tingkat RW, kelurahan, kecamatan dan Dinas Pendidikan.

Kegiatan JBM dilaksanakan peserta didik dan masyarakat melalui Gerakan Belajar Anggota Masyarakat (Gerbangmas). Kegiatannya berupa fasilitasi sarana belajar, pendampingan proses belajar, konsultasi belajar dan penghimpunan dana.

Mengacu pada peraturan itu JBM dilaksanakan paling sedikit 2 jam setiap harinya antara pukul 18.00 WIB- 21.00 WIB.

Wasis Siswanto, BA, seorang guru SD yang menjabat selaku Ketua Rukun Kampung di RK Karang Waru Lor Kotamadya Yogyakarta, memprakarsai terbentuknya JBM di tahun 1980 dan saat ini telah berusia 79 tahun masih bersemangat untuk memasyarakatkan JBM kepada seluruh masyarakat. Dengan semboyannya yang sering didengungkan 2 x 7 lebih baik dari 7 x 2 beliau menaruh harapan besar agar di tahun 2045 Indonesia menjadi Bangsa yang cerdas dengan istilahnya “Indonesia Cerdas”. Arti semboyan di atas adalah dengan belajar secara rutin 2 jam setiap hari selama seminggu, akan lebih baik dan ringan dilakukan daripada belajar yang dipaksakan dengan waktu 2 hari dimana setiap harinya dilakukan selama 7 jam.

Kampung Karanganyar RW 16 Brontokusuman adalah kampung yang sudah sejak lama melaksanakan kegiatan JBM. Kegiatan JBM di wilayah ini dimulai sejak tanggal 25 Maret 2010 dan kegiatan ini dijadikan satu paket dengan Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji. Masyarakat Kampung Karanganyar RW 16 pada waktu usai shalat maghrib telah dibudayakan untuk mengaji dan belajar. Dimulai pukul 18.00 sampai 20.00 kegiatan mengaji dan belajar dilakukan oleh warga dan seluruh warga tidak diperbolehkan untuk menyalakan televisi, radio dan perangkat sejenis yang dapat mengganggu suasana belajar. Kegiatan JBM di wilayah ini berdampak positif, khususnya bagi anak-anak usia sekolah dimana tidak sedikit anak-anak di Kampung Karanganyar W 16 yang dapat menuai prestasi di sekolah. Indikatornya antara lain sudah tidak ada anak yang tinggal kelas, nilai rapor yang cukup memuaskan, diterimanya beberapa anak di sekolah favorit, seperti SMP Negeri 5, SMA Negeri 1 dan yang melanjutkan ke jenjang Perguruan Tinggi diterima di Universitas ternama seperti UGM, UNY, UIN, STAN, dsb.

Pada tahun ini, Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menggelar lomba Jam Belajar Masyarakat Tingkat Provinsi DIY yang diikuti oleh 5 Kabupaten/Kota. Lomba diadakan secara bertahap karena ada beberapa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam penilaian JBM ini, di antaranya Cerdas Cermat Tingkat SLTA, Presentasi Program JBM di masing-masing wilayah dan visitasi atau kunjungan lapangan oleh Tim Penilai lomba JBM.

DSC_9922Kampung Karanganyar RW 16 sebagai kampung yang telah melaksanakan JBM sejak beberapa tahun lalu, setelah pada Bulan September tahun 2013 mewakili Kecamatan Mergangsan dalam penilaian JBM, pada tahun 2015 ini didaulat kembali untuk penilaian lomba yang sama di tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mewakili Kota Yogyakarta. Tahun ini RW 16 Karanganyar di evaluasi bersama dengan empat kabupaten lainnya. Beberapa rangkaian kegiatan penilaian dalam rangka lomba JBM kali ini cukup bervariasi. Lomba Cerdas Cermat siswa jenjang SMA dan sederajat diselenggarakan pada tanggal 17 September 2015 bertempat di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Provinsi DIY. Ada tiga regu dari masing-masing Kabupaten/Kota yang di ajukan dalam lomba ini untuk memperebutkan tiga peringkat terbaik. Selain itu, juga dilakukan Presentasi dalam kaitannya dengan pelaksanaan program JBM di masing-masing Kabupaten/Kota pada tanggal 20 September 2015. Kegiatan penilaian JBM ini dilakukan setiap tahun oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi DIY dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan Jam Belajar yang dilakukan oleh masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga sangat bermanfaat bagi masyarakat sejalan dengan tujuan JBM tersebut yakni memotivasi warga / masyarakat didik agar terbiasa secara tertib dan teratur memanfaatkan waktunya sehari-hari untuk belajar.

DSC_0130[1]Kegiatan Penilaian yang dilakukan oleh Tim di RW 16 meliputi banyak aspek, baik dari aspek operasional maupun administrasi JBM. Selain itu Taman Bacaan Masyarakat (TBM) juga menjadi titik penilaian yang cukup penting mengingat TBM dijadikan sebagai sumber belajar masyarakat setempat. Kelompok Belajar sesuai dengan jenjang pendidikan juga menjadi sorotan Tim Penilai. Kampung Karanganyar RW 16 memiliki tiga kelompok belajar, yaitu jenjang SD, SMP/sederajat, dan SMA/sederajat.

 Kegiatan penilaian JBM ini juga diberitakan di Website Pemerintah Kota Yogyakarta melalui link ini

Peraturan Walikota Yogyakarta Tentang JBM

Masyarakat Yogyakarta semakin didorong untuk menggiatkan gerakan Jam Belajar Masyarakat (JBM). Wali Kota Yogyakarta telah menerbitkan Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 53 tahun 2014 tentang penyelenggaraan JBM. Dalam perwal tersebut, aktivitias yang menganggu belajar dihimbau agar dihentikan, misalnya televisi dimatikan agar anak-anak bisa fokus belajar. Mengacu pada peraturan itu JBM dilaksanakan paling sedikit 2 jam setiap harinya antara pukul 18.00 WIB- 21.00 WIB.

Perwal yang diterbitkan bertujuan untuk mengoptimalkan gerakan JBM yang selama ini sudah berjalan. Dalam Perwal tersebut semua unsur masyarakat dilibatkan dari tingkat RT/RW, Kelurahan, Kecamatan, dan Dinas Pendidikan.

Keseluruhan isi Perwal Nomor 53 tahun 2014 tersebut dapat dibaca melalui tautan ini.

Idul Adha 1436 H

dp-bbm-idul-adha-2015Hari Raya Idul Adha Tahun 1436 H sesuai dengan kalender bertepatan dengan bulan September 2015. Di Kampung Karanganyar Brontokusuman Yogyakarta, Idul Adha dirayakan pada hari Rabu, tanggal 23 September 2015. Pada pagi hari dilakukan shalat Idul Adha di Halaman Masjid Al Irsyad Karanganyar. Selepas shalat Idul Adha, dilakukan persiapan untuk penyembelihan hewan Qurban di area komplek Masjid Al Irsyad Karanganyar. Jumlah Hewan Qurban yang diterima dari para shohibul qurban sebanyak 22 ekor lembu dan 3 ekor kambing. Selanjutnya sebanyak 19 ekor lembu dan 3 ekor kambing disembelih di Karanganyar, sedangkan 3 ekor lembu dibawa ke Dusun Mertelu Kecamatan Gedangsari Gunungkidul untuk kegiatan syiar qurban dan Bakti Sosial kepada masyarakat kurang mampu yang ada di dusun tersebut.

Daftar nama shohibul qurban dapat dilihat di tautan ini.

Greget Kampung Jogja TV

Kampung Karanganyar RW 16 memiliki kegiatan yang cukup banyak dan beraneka ragam, mulai dari kegiatan anak-anak hingga kegiatan dewasa maupun orang tua, baik formal maupun non formal. Banyaknya kegiatan yang ada tersebut mendapat perhatian dari salah satu stasiun televisi, yaitu Jogja TV yang kemudian melakukan liputan  di Kampung Karanganyar RW 16. Kegiatan warga yang diliput oleh Jogja TV antara lain:

  1. Bank Sampah
  2. Dolanan anak
  3. Kelompok belajar
  4. Tadarus bersama
  5. Macapat Bapak-bapak
  6. Kampung Cyber
  7. dan lain-lain

Liputan Jogja TV ini telah ditayangkan pada bulan Maret 2015. Bagi yang belum sempat menyaksikan dapat melihat beberapa tayangan di bawah ini.